🚀 Lihat Portfolio Saya

MIKROTIK ROUTEROS

Menguji Koneksi dan Memonitor Gateway
Teknik Pemantauan Jaringan dengan CLI MikroTik
Informasi Penulis
Penulis: Jovian Ekasakta
Guru: Arief Wahyudin
Kelas: XI TJKT 03
Sekolah: Dwija Bhakti 01 Jombang

# topologi yang digunakan

SERVICE IP pada MikroTik RouterOS
Tampilan topologi di gns3

1. PENGUJIAN KONEKSI DENGAN PING DI MIKROTIK

Konfigurasi IP Address untuk Interface WAN pada MikroTik
Tampilan konfigurasi IP address pada interface WAN di MikroTik RouterOS (Winbox).

Pengertian dan Fungsi PING

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), PING menggunakan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo untuk menentukan apakah host jarak jauh aktif atau tidak aktif dan untuk menentukan delay round-trip saat berkomunikasi dengannya. Tool PING mengirimkan pesan ICMP (tipe 8) ke host dan menunggu balasan echo-reply ICMP (tipe 0).

Dari sumber RouterOS Manual (2024), interval antara pengiriman dan penerimaan pesan ICMP ini disebut sebagai round trip. Jika respons (yang disebut pong) tidak datang sampai akhir interval, diasumsikan telah terjadi timeout. Parameter signifikan kedua yang dilaporkan adalah TTL (Time to Live) yang berkurang pada setiap mesin tempat paket diproses.

Paket hanya akan mencapai tujuannya jika nilai TTL lebih besar dari jumlah router antara sumber dan tujuan. Ini penting untuk dipahami ketika melakukan pengujian koneksi melalui beberapa hop router.

Menggunakan Perintah PING di CLI MikroTik

PING adalah salah satu alat paling dasar namun sangat penting untuk pengujian koneksi di MikroTik. Berikut adalah sintaksis dasar penggunaannya:

/ping [alamat_ip_atau_domain]
# Contoh sederhana ping ke google DNS
/ping 8.8.8.8

Untuk pengujian yang lebih spesifik, PING di MikroTik menyediakan berbagai parameter tambahan:

/ping address=8.8.8.8 count=5 interval=200ms size=56
# Pengujian dengan 5 paket, interval 200ms, ukuran 56 byte
/ping address=192.168.1.1 src-address=192.168.1.10
# Menentukan alamat sumber (src-address) untuk pengujian
/ping address=www.google.com count=3 do-not-fragment=yes
# Ping dengan domain dan flag "do-not-fragment"

Contoh hasil output PING di MikroTik RouterOS:

[admin@MikroTik] > /ping 8.8.8.8 count=5
SEQ HOST SIZE TTL TIME STATUS
0 8.8.8.8 56 56 15ms
1 8.8.8.8 56 56 14ms
2 8.8.8.8 56 56 15ms
3 8.8.8.8 56 56 14ms
4 8.8.8.8 56 56 15ms
sent=5 received=5 packet-loss=0% min-rtt=14ms avg-rtt=14.6ms max-rtt=15ms

Kasus Penggunaan PING untuk Pemecahan Masalah

Ketika Anda menggunakan nama domain dan CLI untuk ping, DNS router akan digunakan untuk menyelesaikan alamat. Ketika Anda menggunakan Winbox Tools/Ping, DNS komputer Anda akan digunakan untuk menyelesaikan alamat yang diberikan. Ini penting diketahui saat mencari masalah DNS.

Berikut beberapa skenario penggunaan PING untuk pemecahan masalah jaringan:

# 1. Memeriksa konektivitas ke gateway lokal
/ping [alamat_gateway]
# 2. Memeriksa konektivitas ke internet (DNS Google)
/ping 8.8.8.8
# 3. Memeriksa resolusi DNS dengan ping ke domain
/ping www.google.com
# 4. Memeriksa MTU dengan ping ukuran besar + flag DF
/ping 8.8.8.8 size=1472 do-not-fragment=yes

Cara terbaik untuk memeriksa konektivitas dasar adalah dengan melakukan PING secara berurutan dari perangkat terdekat hingga terjauh: PING interface lokal → PING gateway → PING server DNS publik → PING domain. Dengan cara ini, Anda dapat dengan cepat mengidentifikasi pada level mana koneksi bermasalah.

Dari 2 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa PING adalah alat dasar yang krusial dalam pengujian koneksi di MikroTik, menyediakan informasi penting tentang ketersediaan host, delay round-trip, dan integritas jalur. Dengan memahami berbagai parameter PING, administrator jaringan dapat melakukan diagnosa awal dengan efektif dan mengidentifikasi masalah konektivitas dari level paling dasar.

2. KONFIGURASI DAN PENGUJIAN GATEWAY DENGAN CHECK-GATEWAY

Konfigurasi IP Address untuk Interface WAN pada MikroTik
Tampilan konfigurasi IP address pada interface WAN di MikroTik RouterOS (Winbox).

Memahami Fitur Check-Gateway

Dari sumber MikroTik Forum (2022), parameter "check-gateway" di /ip/route mendukung pemantauan gateway tetapi terbatas pada hop berikutnya saat ini. Teknik "recursive routes" memperluas ini ke host mana pun, tetapi sangat kompleks dan masih terbatas pada algoritma ping sederhana/tetap check-gateway.

Dari sumber MikroTik RouterOS Manual (2023), fitur "check-gateway" dianggap lambat (pada 10 detik) dan penandaan paket / penyeimbangan beban tidak sepenuhnya sesuai dengan tujuan pemantauan gateway. Jika Anda menginginkan tingkat deteksi yang lebih rendah, Anda harus menggunakan alat netwatch dengan skrip untuk memanipulasi tabel routing (dan mencatat tindakannya untuk akuntabilitas).

Fitur check-gateway terutama berguna untuk skenario failover otomatis sederhana, di mana MikroTik akan secara otomatis menonaktifkan rute jika gateway tidak dapat dijangkau. Untuk skenario yang lebih kompleks, pendekatan berbasis skrip lebih fleksibel dan dapat disesuaikan.

Konfigurasi Gateway dengan Check-Gateway

Berikut adalah cara mengonfigurasi rute default dengan pemantauan gateway:

/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1 check-gateway=ping
# Menambahkan rute default dengan pemantauan gateway melalui ping

Untuk konfigurasi failover dengan dua gateway:

/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1 check-gateway=ping distance=1 comment="primary-route"
# Rute primer dengan jarak 1 (prioritas tinggi)
/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.2.1 check-gateway=ping distance=2 comment="backup-route"
# Rute cadangan dengan jarak 2 (prioritas lebih rendah)

Memeriksa status rute dengan check-gateway:

/ip route print detail where check-gateway=ping
# Menampilkan detail rute yang menggunakan check-gateway
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit, G - gateway-check-failed
0 ASD dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1 distance=1 check-gateway=ping gateway-status=ping,up comment="primary-route"
1 ASX dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.2.1 distance=2 check-gateway=ping gateway-status=ping,up comment="backup-route"

Teknik Routing Rekursif untuk Gateway Monitoring Lanjutan

Untuk memantau host jarak jauh alih-alih hanya gateway lokal, teknik routing rekursif dapat digunakan:

# 1. Tambahkan rute untuk host pemantauan yang menunjuk ke gateway fisik
/ip route add dst-address=8.8.8.8 gateway=192.168.1.1 scope=10
# 2. Tambahkan rute default yang menunjuk ke host pemantauan dengan check-gateway
/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=8.8.8.8 check-gateway=ping scope=10 target-scope=10

Contoh skrip monitoring gateway yang lebih andal menggunakan pengalihan jalur:

/system script add name="advanced-gateway-monitor" source={
:local gw [/ip route get [find comment="primary-route"] value-name=gateway]
:local rchbl [/ping $gw count=1]
:local intTest [/ping 8.8.8.8 count=3]
:local rtEnable [/ip route print count-only where comment="primary-route" && disabled=no]
:if ($rtEnable = 1) do={
:if (($rchbl = 0) || ($intTest = 0)) do={
:log warning "Primary gateway DOWN, switching to backup"
/ip route set [find comment="primary-route"] disabled=yes
}
} else={
:if (($rchbl > 0) && ($intTest > 0)) do={
:log info "Primary gateway UP, switching back"
/ip route set [find comment="primary-route"] disabled=no
}
}
}

Perlu diingat bahwa menentukan host yang dipantau dalam tabel rute cukup canggung - tetapi itu diperlukan saat menggunakan rute rekursif. Pendekatan ini, meskipun berfungsi, lebih rumit dan mungkin memerlukan pemahaman yang lebih mendalam tentang perutean MikroTik.

Dari 2 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa meskipun fitur check-gateway bawaan MikroTik menawarkan solusi sederhana untuk pemantauan gateway, ia memiliki keterbatasan dalam hal kecepatan respons dan fleksibilitas. Untuk implementasi yang lebih canggih, kombinasi teknik routing rekursif dan skrip kustom memberikan solusi yang lebih andal dan dapat disesuaikan untuk memantau konektivitas gateway dan mengimplementasikan failover otomatis.

3. ANALISIS JARINGAN DENGAN TRACEROUTE DI MIKROTIK

Hasil Traceroute di MikroTik RouterOS
Tampilan hasil traceroute dari MikroTik RouterOS ke tujuan eksternal.

Pengertian dan Fungsi Traceroute

Dari sumber RouterOS Manual (2024), Traceroute adalah alat diagnostik jaringan yang digunakan untuk melacak rute yang dilalui paket dari sumber ke tujuan. Alat ini mengungkapkan setiap hop (perangkat jaringan perantara) yang dilalui paket, memberikan wawasan tentang topologi jaringan dan membantu mengidentifikasi titik kegagalan atau kemacetan.

Menurut NetworkLessons (2023), Traceroute bekerja dengan memanfaatkan nilai TTL (Time to Live) dalam header IP. Dengan mengirimkan serangkaian paket dengan TTL yang meningkat secara bertahap, setiap router di sepanjang jalur akan mengembalikan pesan ICMP "Time Exceeded" ketika TTL habis, sehingga mengungkapkan identitasnya.

Traceroute sangat berguna ketika ping gagal atau menunjukkan latency tinggi. Dengan traceroute, Anda dapat menentukan secara tepat di hop mana masalah terjadi - apakah di jaringan lokal, penyedia layanan, atau di tujuan.

Menggunakan Perintah Traceroute di CLI MikroTik

Berikut adalah sintaksis dasar penggunaan traceroute di MikroTik RouterOS:

/tool traceroute [alamat_ip_atau_domain]
# Contoh sederhana traceroute ke google DNS
/tool traceroute 8.8.8.8

Traceroute di MikroTik menyediakan berbagai parameter untuk pengujian yang lebih spesifik:

/tool traceroute address=8.8.8.8 count=3 timeout=1s max-hops=30
# Traceroute dengan 3 percobaan per hop, timeout 1 detik, maksimal 30 hop
/tool traceroute address=www.google.com src-address=192.168.1.10 port=33434
# Traceroute dengan menentukan alamat sumber dan port awal
/tool traceroute address=10.0.0.1 use-icmp=yes
# Menggunakan ICMP bukan UDP (beberapa firewall memblokir UDP)

Contoh hasil output Traceroute di MikroTik RouterOS:

[admin@MikroTik] > /tool traceroute 8.8.8.8
# ADDRESS LOSS SENT LAST AVG BEST WORST STD-DEV STATUS
1 192.168.1.1 0% 3 0.8ms 0.8 0.7 0.9 0.1
2 10.10.10.1 0% 3 5.2ms 5.4 5.2 5.7 0.3
3 172.16.32.18 0% 3 12.5ms 12.6 12.5 12.8 0.2
4 74.125.242.129 0% 3 15.2ms 15.3 15.2 15.5 0.2
5 216.239.62.237 0% 3 16.8ms 16.9 16.8 17.1 0.2
6 8.8.8.8 0% 3 17.5ms 17.6 17.5 17.8 0.2
sent=18 received=18 packet-loss=0% min-rtt=0.7ms avg-rtt=11.4ms max-rtt=17.8ms

Interpretasi Hasil Traceroute

Memahami output traceroute sangat penting untuk diagnosis jaringan yang efektif:

Beberapa pola umum dalam hasil traceroute:

# Hop dengan timeout (***) menunjukkan kemungkinan masalah
5 *** 100% 3 0.0ms 0.0 0.0 0.0 0.0
# Peningkatan latency yang signifikan antar hop
4 74.125.242.129 0% 3 15.2ms 15.3 15.2 15.5 0.2
5 216.239.62.237 0% 3 125.8ms 126.9 125.8 127.1 0.2
# Host yang tidak merespons tetapi rute tetap berlanjut
7 172.16.32.18 100% 3 0.0ms 0.0 0.0 0.0 0.0
8 74.125.242.129 0% 3 15.2ms 15.3 15.2 15.5 0.2

Kasus Penggunaan Traceroute untuk Pemecahan Masalah

Traceroute sangat efektif untuk berbagai skenario troubleshooting:

# 1. Melacak rute ke tujuan tertentu
/tool traceroute address=www.github.com
# 2. Mengidentifikasi di hop mana latency meningkat
/tool traceroute address=8.8.8.8 count=5
# 3. Memeriksa apakah rute asimetris terjadi
/tool traceroute address=192.168.100.1 src-address=192.168.1.1
# 4. Menguji dengan protokol berbeda (ICMP vs UDP)
/tool traceroute address=10.0.0.5 use-icmp=yes
/tool traceroute address=10.0.0.5 use-icmp=no

Beberapa perangkat jaringan mungkin dikonfigurasi untuk tidak merespons permintaan traceroute karena alasan keamanan. Ini ditunjukkan dengan tanda asteris (***) dalam hasil. Jangan langsung berasumsi ada masalah ketika melihat ini - lanjutkan ke hop berikutnya untuk melihat apakah paket masih bisa mencapai tujuan.

Advanced Traceroute Techniques

Untuk analisis jaringan yang lebih mendalam, pertimbangkan teknik-teknik canggih berikut:

# Traceroute dengan ukuran paket berbeda untuk menguji MTU
/tool traceroute address=8.8.8.8 size=64
/tool traceroute address=8.8.8.8 size=1500
# Traceroute dari interface tertentu
/tool traceroute address=8.8.8.8 interface=ether1
# Menyimpan hasil traceroute ke file
/tool traceroute address=8.8.8.8 count=2 | save trace_result.txt

Dari berbagai sumber dapat disimpulkan bahwa Traceroute adalah alat yang sangat powerful untuk menganalisis jalur jaringan dan mengidentifikasi masalah performa. Dengan memahami bagaimana membaca dan menginterpretasikan hasil traceroute, administrator jaringan dapat dengan cepat mengisolasi masalah konektivitas, mengidentifikasi bottleneck, dan memverifikasi bahwa traffic berjalan melalui jalur yang diharapkan.

DAFTAR PUSTAKA